Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1

Efektivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa) Sebagai Antibakteri Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Penyebab Furunkel Dengan Metode Difusi

Fadhila Naila Ariza (Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati)
Dwi Marlina Syukri (Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Malahayati)
Eka Silvia (Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Malahayati)
Efrida Warganegara (Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Malahayati)



Article Info

Publish Date
31 Jan 2026

Abstract

Furunkel, atau bisul, merupakan peradangan akut pada folikel rambut beserta jaringan sekitarnya yang umumnya berawal dari folikulitis superfisial dan dapat berkembang menjadi abses yang nyeri. Penatalaksanaan medikamentosa furunkel meliputi pemberian antibiotik topikal maupun sistemik. Namun, tingginya penggunaan antibiotik menjadi ancaman kesehatan global, terutama akibat meningkatnya resistensi antibiotik. Oleh karena itu, diperlukan eksplorasi antibakteri alami sebagai alternatif terapi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan antibakteri ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus sebagai penyebab furunkel. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium untuk menilai pengaruh ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa) terhadap diameter zona hambat bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang kunyit (C. longa) dengan pelarut etanol 70% menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 11,16 mm dan termasuk kategori kuat. Sementara itu, ekstrak rimpang kunyit (C. longa) dengan pelarut etanol 98% menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 8,16 mm dan termasuk kategori sedang. Mupirosin sebagai kontrol positif menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 11,90 mm dan termasuk kategori kuat. Ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa) dengan pelarut etanol 70% menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih kuat terhadap Staphylococcus aureus dan berpotensi sebagai alternatif terapi pada furunkel.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

kesehatan

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, ...