Remaja mengalami ketidakpuasan karena memiliki ketidakseimbangan proporsi tubuh mereka yang inginkan. Hal ini berdampak pada psikologi yang menyebabkan mereka lebih cenderung melakukan pembatasan perilaku makan untuk mencegah penambahan berat badan. Metode studi observasi analitis menggunakan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling pada 150 mahasiswi memanfaatkan instrumen Multidimensional Body Self Relation Questionnaire-Appearance Scales (MBSRQ-AS) serta kuesioner The Eating Attitude Test (EAT-26). Faktor independen dalam penelitian ini mencakup body image dan variabel terikatnya adalah eating behavior. Uji statistik keterkaitan antar faktor diuji dengan metode spearman rank. Nilai rata-rata body image pada responden yaitu 50,61 yang berarti positif, nilai rata-rata eating behavior pada responden 96,87 yang berarti baik tidak ada gangguan. Hasil uji ini didapatkan keterhubungan antara body image dan eating behavior terhadap mahasiswi di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang disertai skor signifikasi 0,000 (0,05) serta skor korelasi koefisien yaitu 0,492. Sehingga didapatkan hasil bertambahnya skor body image sejalan dengan meningkatnya skor eating behavior. Terdapat keterkaitan antara citra tubuh dan eating behavior di kalangan mahasiswi fakultas kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang.
Copyrights © 2026