Tingginya penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan meningkatnya angka kejadian resistensi terhadap antibiotik. Kesadaran dan pengetahuan sangat berperan penting terhadap pemberian antibiotik yang tepat. Semakin baik pengetahuan yang dimiliki maka akan semakin tepat juga pemberian antibiotiknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan sikap orang tua terhadap penggunaan antibiotik pada anak tanpa resep dokter di Desa Tengah Baru, Aceh Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan observasional deskriptif yang menggambarkan situasi dan permasalahan yang terjadi di lapangan menggunakan data primer yaitu kuesioner. Sampel penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak dengan rentang usia 0-17 tahun sebanyak 62 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan orang tua di desa tersebut memiliki tingkat pengetahuan yang buruk sebanyak 36 orang (58,1%) dan baik sebanyak 26 orang (41,9%). Penggunaan antibiotik oleh masyarakat ditemukan pada 31 dari 62 responden, dengan jenis antibiotik yang paling banyak digunakan adalah golongan penisilin sebesar 50% dan golongan sefalosporin sebesar 9,8%, sedangkan sebanyak 40,2% responden tidak memberikan jawaban terkait penggunaan jenis antibiotik. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan orang tua yang masih buruk berkontribusi terhadap penggunaan antibiotik tanpa resep dokter, sehingga diperlukan upaya edukasi yang berkelanjutan untuk mendorong penggunaan antibiotik yang lebih tepat dan aman pada anak.
Copyrights © 2026