Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra, yaitu MGMP Matematika Kota Semarang, yakni rendahnya literasi digital dan pemahaman guru dalam memanfaatkan Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) untuk pengembangan modul ajar. Hal ini mengakibatkan ketergantungan pada media konvensional, modul yang monoton, serta proses penyusunan yang tidak efisien. Topik ini dipilih karena integrasi Gen-AI dalam pendidikan merupakan kebutuhan mendesak di era digital untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pembelajaran. Tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan Gen-AI (seperti ChatGPT dan DeepSeek) untuk pembuatan modul dan rubrik ajar. Metode pelaksanaan terdiri dari lima tahap: identifikasi kebutuhan, pengenalan Gen-AI, praktik pembuatan modul, evaluasi, serta pendampingan dan monitoring. Kegiatan ini melibatkan 20 guru MGMP Matematika SMP Kota Semarang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan keterampilan (hardskill) yang signifikan, yaitu kemampuan membuat modul ajar (40,6%) dan rubrik ajar (41,9%), serta peningkatan pemahaman konsep Gen-AI (23,7%) dan kemampuan menggunakan prompt (31,4%). Kegiatan ini berhasil memberdayakan guru dengan keterampilan digital yang aplikatif, sehingga sangat penting untuk keberlanjutan inovasi pembelajaran dan efisiensi kerja guru dalam mendukung Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2026