Pengelolaan persediaan obat yang tidak terstruktur dengan baik dapat menyebabkan terjadinya kekosongan stok, keterlambatan pemesanan ulang, serta ketidakefisienan operasional pada apotek. Apotek Johans Farma masih menerapkan sistem pencatatan dan pemesanan obat secara manual, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan dan kurang optimalnya pengambilan keputusan dalam pengendalian persediaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem informasi pemesanan obat berbasis website yang dilengkapi dengan fitur rekomendasi pemesanan menggunakan metode Safety Stock dan Reorder Point (ROP). Metode Safety Stock digunakan untuk menentukan jumlah persediaan pengaman guna mengantisipasi fluktuasi permintaan dan ketidakpastian waktu tunggu pengiriman, sedangkan metode Reorder Point digunakan untuk menentukan waktu yang tepat dalam melakukan pemesanan ulang obat. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan studi pustaka, dengan metode pengembangan sistem yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional apotek. Sistem dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi yang dibangun mampu menampilkan informasi stok obat secara real-time, memberikan rekomendasi otomatis terkait waktu dan jumlah pemesanan ulang, serta menghasilkan laporan persediaan yang akurat. Implementasi sistem ini terbukti dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan persediaan obat, mengurangi risiko kekosongan dan kelebihan stok, serta mendukung pengambilan keputusan pemesanan obat yang lebih tepat dan berbasis data di Apotek Johans Farma.
Copyrights © 2026