Penelitian ini bertujuan menelusuri sejauh mana keaktifan berorganisasi berkontribusi dalam membentuk kesiapan kerja mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta, dengan soft skill berperan sebagai variabel intervening. Studi ini dirancang sebagai penelitian kuantitatif berjenis explanatory research melalui pendekatan survei. Data penelitian dihimpun melalui penyebaran kuesioner tertutup dengan skala Likert lima tingkat kepada 63 mahasiswa yang aktif mengikuti organisasi, sebanyak 130 mahasiswa menjadi populasi penelitian, kemudian responden dipilih secara acak menggunakan teknik probability sampling dengan metode systematic sampling. Analisis data pada penelitian ini dilakukan melalui metode Partial Least Square (PLS) yang dioperasikan menggunakan perangkat lunak SmartPLS versi 4.0. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa tingkat keaktifan mahasiswa dalam berorganisasi memberikan pengaruh positif dan bermakna terhadap kesiapan mereka memasuki dunia kerja. Keaktifan berorganisasi juga terbukti mampu meningkatkan soft skill secara signifikan, sementara soft skill sendiri berkontribusi positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja. Lebih lanjut, hasil analisis jalur tidak langsung menegaskan bahwa soft skill terbukti berperan sebagai penghubung strategis yang secara signifikan mempertegas pengaruh keaktifan berorganisasi terhadap kesiapan kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa keaktifan berorganisasi tidak hanya memberi pengaruh langsung terhadap kesiapan kerja mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta, tetapi juga membentuk kesiapan tersebut secara tidak langsung melalui penguatan soft skill yang dimiliki mahasiswa. Dengan demikian, keaktifan mahasiswa dalam organisasi kampus memiliki peran strategis sebagai upaya membekali lulusan agar memiliki kesiapan nyata untuk terjun dan beradaptasi secara optimal di dunia kerja.
Copyrights © 2026