Penelitian ini menganalisis peran strategis Pemerintah Kabupaten Merauke dalam mendorong ekonomi berkelanjutan melalui pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemberdayaan masyarakat lokal. Sebagai wilayah yang diproyeksikan menjadi lumbung pangan nasional, Merauke memiliki potensi sumber daya alam melimpah, namun pemanfaatannya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kualitas SDM, hambatan geografis, dan aksesibilitas yang belum merata di wilayah terpencil. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini mengungkapkan bahwa pemerintah daerah menjalankan fungsi vital sebagai regulator, fasilitator, dan katalisator dalam mengintegrasikan pelatihan teknis agribisnis serta penguatan kapasitas kelembagaan ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Program intervensi yang dilakukan mencakup pendidikan formal, pelatihan keterampilan produktif, dan pendampingan UMKM yang dirancang untuk mengubah pola pikir masyarakat dari penerima bantuan menjadi pelaku ekonomi mandiri. Meskipun terdapat progres positif dalam peningkatan pendapatan dan kompetensi masyarakat, efektivitas kebijakan masih sering terbentur oleh lemahnya koordinasi lintas instansi, keterbatasan anggaran, serta perlunya sinkronisasi kurikulum pelatihan dengan kearifan lokal masyarakat adat. Hasil penelitian menekankan bahwa keberhasilan ekonomi berkelanjutan di Merauke sangat bergantung pada sinergi yang konsisten antara penguatan modal manusia (human capital) dengan pendekatan pemberdayaan yang partisipatif. Oleh karena itu, diperlukan kepemimpinan yang kuat dan tata kelola yang inklusif untuk memastikan bahwa masyarakat lokal bukan hanya menjadi objek pembangunan, melainkan aktor utama dalam pengelolaan potensi daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026