Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intellectual capital, inklusi keuangan, dan manajemen risiko produksi terhadap kinerja keuangan UMKM di Kecamatan Buleleng. Fenomena meningkatnya Non-Performing Loan (NPL) di Kabupaten Buleleng yang melebihi rata-rata nasional mengindikasikan adanya penurunan kinerja keuangan UMKM, sehingga penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian adalah 10.217 UMKM di Kecamatan Buleleng, dan jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh 100 responden. Sampel dipilih secara purposive sampling dengan kriteria UMKM sektor produksi. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan skala Likert, kemudian dianalisis dengan regresi linier berganda melalui SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intellectual capital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM, yang menegaskan pentingnya pengelolaan pengetahuan, sistem, dan hubungan pelanggan dalam meningkatkan nilai usaha. Inklusi keuangan juga berpengaruh positif signifikan, menandakan bahwa akses dan penggunaan layanan keuangan formal mampu memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan usaha. Selanjutnya, manajemen risiko produksi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan, yang berarti kemampuan UMKM dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko operasional berkontribusi pada stabilitas dan keberlanjutan usaha. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Hal ini menegaskan bahwa kombinasi sumber daya intelektual, akses keuangan, dan pengelolaan risiko merupakan faktor strategis dalam meningkatkan daya saing dan ketahanan finansial UMKM di Kecamatan Buleleng.
Copyrights © 2026