Kepatuhan Wajib Pajak UMKM masih menjadi tantangan dalam sistem perpajakan di Indonesia, meskipun modernisasi administrasi perpajakan terus dilakukan. Research gap penelitian ini terletak pada tertabtasnya kajian yang menguji peran persepsi atas tarif PPN sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara kaulitas sistem e-faktur, pengetahuan perpajakan, dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM. Penelitian ini penting dilakukan mengingat perubahan kebijakan tarif PPN berpotensi memengaruhi persepsi dan perilaku wajib pajak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Kualitas E-Faktur, Pengetahuan Perpajakan, dan Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak UMKM dengan Persepsi Atas Tarif PPN sebagai Variabel Moderasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan sifat asosiatif kausal. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 60 wajib pajak UMKM. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Stuctural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas e-faktur, pengetahuan perpajakan, dan sanksi apajak berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM. Persepsi atas atarif PPN terbukti mampu memoderasi hubungan antara varaibel independent dan kepatuhan wajib pajak. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya peningkatan kualitas sistem perpajakan, edukasi perpajakan, serta kebijakan tarif PPN yang dipersepsikan adil.
Copyrights © 2026