Stroke di Sumatera Barat mengalami kenaikan sebanyak 3,4% dalam rentang waktu 5 tahun terakhir, yaitu dari 7,5% di tahun 2023 menjadi 10,9% tahun 2025. Stroke merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia, khususnya pada penderita hipertensi. Berbagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi seperti kebiasaan merokok, diabetes mellitus, obesitas, dan dislipidemia diduga berperan terhadap kejadian stroke. Tujuan menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stroke pada penderita hipertensi. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Lintau Buo sebanyak 59 responden, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Correlation Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil Penelitian : Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kebiasaan merokok (p = 0.004), riwayat diabetes (p = 0.01), obesitas (p = 0.017) dan dislipidemia (p = 0.002) dengan kejadian Stroke pada penderita Hipertensi. Adapun hasil analisis bahwa semua faktor memiliki arah hubungan yang positif sedangkan kekuatan hubungan yang paling signifikan secara berurutan didahului oleh Faktor Dislipidemia, selanjutnya Riwayat Merokok, Riwayat Diabetes dan terakhir Obesitas. Faktor risiko memiliki hubungan signifikan dengan arah yang positif dengan kejadian stroke dan berdasarkan analisis kekuatan hubungan maka yang paling besar memiliki pengaruh adalah dislipidemia. Sehingga upaya deteksi dini dislipidemia sangat diperlukan untuk menurunkan kejadian stroke pada penderita hipertensi.
Copyrights © 2025