Latar belakang: Tuberkulosis paru (TB paru) masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia yang memiliki beban kasus tertinggi kedua di dunia. Kepatuhan pasien dalam pengobatan serta dukungan keluarga dan komunitas menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi.Metode: Analisis studi ini adalah laporan kasus. Data diperoleh melalui anamnesis (autoanamnesis dan alloanamnesis), pemeriksaan fisik, kunjungan rumah, dan rekam medis pasien. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik awal, proses, dan akhir studi secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil: Pasien telah menjalani pengobatan TB selama dua bulan dengan kepatuhan tinggi dan respons klinis yang baik. Asupan gizi pasien mulai membaik. Rumah pasien terletak di wilayah padat penduduk dengan sirkulasi udara yang kurang optimal. Anak pertama pasien juga terdiagnosis TB dan menjalani pengobatan. Pendekatan tatalaksana meliputi edukasi mengenai TB, penguatan dukungan keluarga sebagai PMO, perbaikan asupan gizi, serta promosi lingkungan sehat.Simpulan: Tatalaksana TB berbasis pendekatan kedokteran keluarga yang bersifat patient centered, family focused, dan community oriented terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan dan hasil terapi. Keterlibatan keluarga dan lingkungan sekitar menjadi kunci dalam mengurangi risiko penularan dan mempercepat pemulihan pasien.Kata kunci: Tuberkulosis paru, pendekatan kedokteran keluarga, kepatuhan, edukasi, PMO, kasus Mojosongo.
Copyrights © 2026