Kasus HIV dan AIDS meningkat pada kelompok berisiko tinggi. Kemenkes menargetkan 90% kelompok berisiko melakukan skrining HIV pada 2024 tetapi cakupan VCT LSL di Kota Semarang hanya 55,3%. Penelitian bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan VCT pada LSL Kota Semarang. Jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan case control. Populasi LSL terjangkau PKBI Kota Semarang dan sampel berjumlah 102 kasus dan 102 kontrol. Teknik pengambilan sampel non probability sampling. Instrumen menggunakan angket melalui google form. Dianalisis menggunakan uji chi-square dan fisher’s exact sebagai alternatifnya. Hasil menunjukkan, persepsi kerentanan (p=0,031), persepsi manfaat (p=0,000), persepsi hambatan (p=0,036), isyarat untuk bertindak (p=0,012), niat (p=0,000) berhubungan dengan pemanfaatan VCT pada LSL. Sikap memanfaatkan VCT (p=0,020) dan tidak (p=0,000), norma subjektif (p=0,046) dan (p=0,000), persepsi kontrol perilaku (p=0,000) dan (p=0,000) berhubungan dengan niat. Persepsi keseriusan (p=0,068) tidak berhubungan dengan pemanfaatan VCT. Saran penelitian ini kelompok berisiko tinggi untuk melakukan pemeriksaan HIV secara dini dan rutin untuk menghindari penyebaran HIV dan AIDS.
Copyrights © 2026