Banjir merupakan salah satu bencana yang kerap terjadi di Kabupaten Brebes, khususnya di wilayah yang dilalui oleh Sungai Pemali. Kerusakan hutan di daerah hulu, curah hujan tinggi, buruknya sistem drainase, serta perubahan penggunaan lahan menjadi faktor yang memperparah kejadian banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan daerah rawan banjir di wilayah aliran Sungai Pemali dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan metode weighted overlay. Metode ini memungkinkan integrasi berbagai parameter spasial seperti kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan, penggunaan lahan, dan jarak terhadap sungai dengan pembobotan berdasarkan tingkat pengaruh terhadap risiko banjir. Hasil penelitian berupa peta zonasi kerawanan banjir yang diklasifikasikan dalam empat kategori: sangat rawan, rawan, sedang, dan tidak rawan. Peta ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan mitigasi bencana dan pengambilan kebijakan oleh pemerintah daerah. Penerapan metode weighted overlay terbukti efektif dalam menghasilkan informasi spasial yang akurat dan komprehensif untuk mendukung penanggulangan risiko banjir secara berkelanjutan
Copyrights © 2026