Pengenaan cukai pada minuman manis kemasan (MBDK) telah muncul sebagai strategi penting yang digunakan oleh pemerintah untuk mengurangi konsumsi gula yang berlebihan, yang merupakan faktor penyebab meningkatnya kejadian obesitas, diabetes, dan penyakit tidak menular. Penelitian ini berupaya untuk mengkaji konsekuensi kebijakan cukai MBDK terhadap kesehatan masyarakat dalam konteks Indonesia, mengacu pada lima artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025. Kerangka metodologis yang diadopsi dalam penyelidikan ini bersifat kualitatif, didasarkan pada tinjauan literatur komprehensif yang meneliti kebijakan fiskal, dampak kesehatan, dan wawasan pengalaman yang diperoleh dari penerapan langkah-langkah serupa di negara lain. Temuan penyelidikan menunjukkan bahwa penegakan cukai MBDK memiliki kapasitas untuk mengurangi konsumsi minuman manis, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kesehatan, dan sekaligus menambah pendapatan negara. Meskipun demikian, tantangan tetap ada dalam bentuk oposisi industri dan keharusan untuk penyebaran informasi terkait kebijakan yang efektif. Kesimpulan penelitian ini memperkuat gagasan bahwa cukai MBDK berfungsi sebagai mekanisme fiskal penting dan tindakan pengaturan kesehatan, memfasilitasi upaya yang bertujuan untuk mengendalikan konsumsi gula di Indonesia.
Copyrights © 2026