Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada instansi pelayanan publik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model penguatan pelatihan dan pengembangan SDM yang efektif harus mencakup tiga dimensi utama, yaitu: (1) penguatan kompetensi teknis dan manajerial berbasis kebutuhan organisasi dan masyarakat; (2) pengembangan soft skills, seperti komunikasi, empati, dan etika pelayanan; serta (3) evaluasi dan monitoring berkelanjutan terhadap dampak pelatihan terhadap kinerja pelayanan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pelatihan yang bersifat berkelanjutan, terintegrasi dengan sistem manajemen kinerja, serta didukung oleh komitmen pimpinan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik secara signifikan. Model yang dirumuskan dalam penelitian ini menekankan pada pendekatan sistemik, partisipatif, dan berbasis kebutuhan (need-based training) untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan pengembangan SDM. Dengan demikian, penguatan pelatihan dan pengembangan SDM tidak hanya meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga mendorong terciptanya budaya pelayanan prima dalam organisasi publik.
Copyrights © 2026