Proses pemindangan di Kabupaten Pati kebanyakan bersifat tradisional dengan perebusan dalam larutan garam. Perilaku pengolahan yang berlangsung kurang memperhatikan sanitasi dan hygiene yang dapat mempengaruhi keamanan produk yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui mutu ikan layang (bahan baku) dan pindang ikan layang serta tingkat penerapan sistem kelayakan dasarĀ di Unit Pengolahan Ikan Pindang di Kecamatan Juwana, Pati. Penelitian dilakukan dengan pengujian mutu; organoleptik, parasit dan proksimat pada bahan baku dan pada produk; sensori, angka lempeng total (ALT), pengujian kimia (TVB, histamin, proksimat, kadar garam). Analisa data dilakukan secara deskriptif dan penilaian SKP dengan analisis gap pada 3 Unit Pengolahan Ikan. Nilai mutu organoleptik bahan baku dan sensori produk akhir yaitu 7 memenuhi SNI dan tidak terdapat parasit. ALT produk akhir memenuhi SNI (1x104). Pengujian kimia 3 UPI mendapatkan nilai rata-rata TVB-N bahan baku 20,8 mg/100g, histamin bahan baku 16,7 mg/kg dan produk akhir 16,51 mg/kg, kadar air bahan baku 71,51% dan produk akhir 68,71%, kadar abu bahan baku 1,63% dan produk akhir 2,37, kadar protein bahan baku 21,42% dan produk akhir 25,07%, kadar lemak bahan baku 0,76% dan produk akhir 3,68%, kadar garam produk akhir 1,09%. Hasil penilaian SKP pada 3 UPI menunjukkan Gagal dalam menerapkan SKP, dengan adanya temuan aspek kritis. Penilaian kesenjangan dengan analisis gap pada UPI 1, UPI 2 dan UPI 3 berturut-turut mendapatkan nilai rata-rata 64,11%, 65,79%, dan 66,84%, dengan nilai kesesuaian 35,89%, 34,21% dan 33,26%. Hal ini menegaskan perlu adanya perbaikan secara berkelanjutan dalam penerapan sanitasi, higiene, dan implementasi SKP untuk meningkatkan mutu dan keamanan produk.
Copyrights © 2025