Industri manufaktur menuntut efektivitas mesin yang tinggi untuk mencapai target produksi, menjaga kualitas produk, dan meningkatkan efisiensi operasional. Mesin injection moulding memiliki peran strategis dalam produksi komponen plastik, sehingga setiap penurunan kinerja mesin akan berdampak langsung pada produktivitas dan biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas mesin injection moulding di PT Nidec Instruments Indonesia menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan analisis Six Big Losses untuk mengidentifikasi faktor kerugian dominan yang mempengaruhi utilisasi mesin. Data penelitian dikumpulkan selama periode pengamatan empat minggu yang meliputi waktu produksi terencana, downtime, jumlah output produksi, produk cacat, dan waktu siklus ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE berada pada rentang 49,32% hingga 55,39%, yang masih jauh di bawah standar kelas dunia sebesar 85%. Kerugian terbesar disebabkan oleh reduced speed losses dan breakdown losses. Rekomendasi perbaikan meliputi penerapan Total Productive Maintenance (TPM), optimasi parameter mesin, penjadwalan preventive maintenance, serta peningkatan kompetensi operator. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perusahaan manufaktur dalam meningkatkan kinerja mesin dan efisiensi proses produksi.
Copyrights © 2026