Obesitas di remaja merupakan salah satu persoalan kesehatan masyarakat yg terus semakin tinggi, terutama pada lingkungan sekolah. salah satu faktor yang bisa memengaruhi status gizi artinya kebiasaan sarapan. Sarapan yang teratur serta bergizi diketahui berperan krusial pada mengatur asupan tenaga serta menjaga keseimbangan metabolisme tubuh. Tujuan Penelitian ini bertujuan buat mengetahui hubungan antara norma sarapan dengan kejadian obesitas di peserta didik remaja di Sekolah SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Metode Penelitian ini memakai desain kuantitatif analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil secara convenience sampling asal siswa kelas VII dan VIII pada SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta yg memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui survey tertutup mengenai kebiasaan sarapan yang meliputi frekuensi, ketika, jenis makanan, dan peran orang tua. Pengukuran status gizi dilakukan melalui perhitungan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) sesuai tinggi serta berat badan siswa memakai timbangan digital terkalibrasi. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square buat mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan dan status obesitas. akibat menunjukkan bahwa ada hubungan yg signifikan antara kebiasaan sarapan serta obesitas (p < 0,05). Remaja menggunakan kebiasaan sarapan yg jelek mempunyai risiko obesitas lebih tinggi dibandingkan mereka yang mempunyai kebiasaan sarapan baik (PR = 6,15; 95% CI: dua,13-17,77). Kesimpulan kebiasaan sarapan yang tidak teratur dan kurang bergizi berkontribusi terhadap peningkatan risiko obesitas di anak remaja. salah satu upaya yg dapat dilakukan adalah mengintegrasikan acara Sarapan Sehat di Sekolah, yang dapat dilaksanakan melalui kerja sama antara sekolah, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta dinas kesehatan setempat.
Copyrights © 2026