Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen pengetahuan dan pembelajaran organisasi terhadap kinerja organisasi, dengan kapabilitas inovasi sebagai variabel mediasi. Permasalahan yang diangkat adalah kinerja BPS Jawa Tengah yang masih suboptimal, terutama dalam hal pelaporan dan pemanfaatan pengetahuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 125 pegawai BPS Jawa Tengah yang dipilih dengan teknik census sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) melalui AMOS untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengetahuan dan pembelajaran organisasi berpengaruh signifikan terhadap kapabilitas inovasi. Ketiga variabel tersebut juga memiliki pengaruh positif terhadap kinerja organisasi. Kapabilitas inovasi berperan sebagai variabel mediasi yang memediasi pengaruh manajemen pengetahuan dan pembelajaran organisasi terhadap kinerja. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengembangan budaya inovasi dan penerapan sistem manajemen pengetahuan yang terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas, kinerja organisasi dan daya saing organisasi, terutama di sektor publik.
Copyrights © 2025