Abstrak Latar Belakang: Infeksi saluran pernapasan akut menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Penyakit ini dapat menyerang semua kelompok usia, terutama pada bayi dan anak yang disertai dengan masalah bersihan jalan napas, dimana jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan masalah kesehatan lebih berat. Tujuan: untuk mengetahui penerapan inhalasi sederhana dalam upaya penatalaksanaan masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada anak dengan ISPA. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini yaitu studi kasus pada pasien anak dengan ISPA yang mengalami masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Pengambilan data penelitian didasarkan pada data asuhan keperawatan yang dilakukan selama 3 hari. Pemberian inhalasi dilakukan 3 kali dalam 3 hari berturut-turut, dimana setiap kali pemberian intervensi selama 15 menit. Hasil: Sebelum terapi inhalasi sederhana diketahui An. A menunjukkan tanda-tanda bersihan jalan napas tidak efektif, dengan sputum cukup banyak, kesulitan mengeluarkan sputum, frekuensi napas meningkat, dan terdengar bunyi napas tambahan. Setelah intervensi diberikan terjadi perbaikan signifikan ditandai dengan tidak adanya sputum, frekuensi napas normal, dan hilangnya bunyi napas tambahan. Simpulan: Terapi inhalasi sederhana efektif dalam memperbaiki bersihan jalan napas. Terapi ini dapat dijadikan intervensi pendukung dalam manajemen kasus gangguan jalan napas di fasilitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Anak; inhalasi; jalan napas Abstract Background: Acute respiratory tract infection (ARI) is a major health problem in Indonesia. This disease can attack all age groups, especially infants and children who are accompanied by airway clearance problems, which if not treated immediately can cause more serious health problems. Objective: to determine the application of simple inhalation in the management of ineffective airway clearance in children with ARI. Research method: This type of research is a case study on pediatric patients with ARI who experience ineffective airway clearance problems. Data collection for the study was based on nursing care data carried out for 3 days. Inhalation was given 3 times in 3 consecutive days, where each intervention was given for 15 minutes. Results: Before simple inhalation therapy was known, An. A showed signs of ineffective airway clearance, with quite a lot of sputum, difficulty expelling sputum, increased respiratory rate, and additional breath sounds. After the intervention was given, there was significant improvement marked by the absence of sputum, normal respiratory rate, and the disappearance of additional breath sounds. Conclusion: Simple inhalation therapy is effective in improving airway clearance. This therapy can be used as a supporting intervention in the management of airway disorders in health care facilities. Keywords: Airway; children; inhalation
Copyrights © 2026