Latar Belakang: Hemodialisis merupakan tindakan medis sebagai pengganti fungsi ginjal untuk mengeluarkan sisa metabolisme dari darah. Lama hemodialisis dapat mempengaruhi kondisi psikologis dan fisik pasien, termasuk sistem reproduksi. Pada wanita usia subur, hemodialisis dapat mengubah sekresi hormon, yang bisa berdampak pada perubahan menstruasi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa wanita yang menjalani hemodialisis lebih lama lebih banyak mengalami perubahan menstruasi. Namun, belum ada yang memberikan informasi secara jelas tentang jenis perubahan menstruasinya. Perubahan menstruasi hanya dinyatakan berubah dan tidak berubah. Tujuan: mengetahui adanya hubungan antara lama hemodialisis dengan perubahan menstruasi pada wanita usia subur di Unit Hemodialisis RST dr. Soedjono Magelang. Metode: metode yang digunakan adalah Cross-Sectional dengan teknik pengambilan sampel berupa total sampling terhadap 31 responden yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Uji hipotesis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden menjalani hemodialisis dua kali seminggu (90,3%) dan lama hemodialisis kurang dari 50 bulan (58,1%). Sebanyak 77,4% mengalami perubahan menstruasi. Hasil uji statistik menggunakan Spearman Rank menunjukkan p value 0,025 (p<0,05). Simpulan: Artikel ini menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan antara lama hemodialisis dengan perubahan menstruasi pada wanita usia subur di Unit Hemodialisis RST dr. Soedjono Magelang.
Copyrights © 2026