Abstrak Orang tua yang mengasuh anak berkebutuhan khusus (ABK) menghadapi tantangan psikologis yang kompleks dan rentan mengalami tekanan emosional kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat parenting stress dan mengidentifikasi strategi koping dominan yang digunakan oleh orang tua di SLB Negeri Temanggung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 279 orang tua siswa, dengan sampel sebanyak 77 orang tua yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Skala Stres Pengasuhan (SSP) adaptasi Kumalasari et al. dan Skala Strategi Koping modifikasi Nasution & Pratiwi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua (54,5%) mengalami tingkat stres pengasuhan yang tinggi, dengan skor rata-rata pada aspek ketegangan (strain) lebih tinggi daripada aspek kepuasan (pleasure). Orang tua ABK berada dalam posisi yang menantang namun resilien. Tingkat stres yang tinggi diseimbangkan dengan penggunaan strategi koping yang masih adaptif secara kultural, terutama Koping Religius dan Escape-Avoidance. Meskipun strategi penghindaran sering dipandang negatif, dalam konteks keterbatasan sumber daya di Indonesia, strategi ini berfungsi sebagai mekanisme pertahanan diri untuk menjaga kewarasan jangka pendek. Nilai-nilai budaya seperti pasrah dan nrimo menjadi fondasi kekuatan mental yang membedakan profil koping orang tua Indonesia dengan di Barat. Tenaga kesehatan perlu merancang program intervensi yang juga berfokus pada kesehatan mental orang tua, untuk menggeser strategi koping dari Escape menuju Positive Reappraisal dan Problem Solving. Pembentukan kelompok dukungan (peer support group) di sekolah dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi isolasi sosial dan memberikan wadah berbagi strategi pengasuhan yang konstruktif. Kata Kunci: Anak Berkebutuhan Khusus; Orang Tua; Strategi Koping; Stres Pengasuhan
Copyrights © 2026