Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
Vol. 12 No. 1 (2026)

Peran Self-Diagnose Dalam Deteksi Dini Kecemasan Mahasiswa Di Magelang: Kajian Cross-Sectional

Setiyawan, Agus (Unknown)
Prima Wijayanti, Novida (Unknown)
Tri Astuti, Wahyu (Unknown)
Bagus Sugiarto, Kurniawan (Unknown)
Siswanto, Siswanto (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Jan 2026

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kecemasan merupakan keadaan emosional yang ditandai oleh perasaan khawatir, takut, dan tidak nyaman yang muncul sebagai respons terhadap situasi atau ancaman yang dianggap membahayakan, baik yang bersifat nyata maupun yang hanya dipersepsikan oleh individu. Namun, apabila kecemasan terjadi secara berlebihan, berlangsung dalam waktu yang lama, dan mengganggu aktivitas serta fungsi kehidupan sehari-hari, maka kondisi tersebut dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan individu. Menurut penelitian 33,7% mahasiswa mengalami kecemasan pada tingkat menengah, mahasiswa perlu melakukan self-diagnose sebagai langkah awal untuk mengenali kondisi kesehatan mental yang mereka alami, mengingat tingginya tekanan akademik, sosial, dan tuntutan masa depan selama masa perkuliahan. Tujuan: mengetahui hubungan antara self-diagnose kesehatan mental dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa di Kota Magelang. Metode: Metode dalam artikel ini adalah kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional, Populasi penelitian ini adalah seluruh pengunjung “Mini Festival SEJENAK (A Brief Moment to Pause)” yang diselenggarakan di Gedung Auditorium Edusmart Soerojo Hospital pada tanggal 12 November 2025 dan “KMI Expo 2025” di Universtitas Tidar pada tanggal 19-20 November 2025 sebanyak 85 orang. Pelaksaan dilakukan pada bulan Oktober hingga bulan Januari 2025. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan analisis Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,000, yang berarti p < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self diagnose mental disorders dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa di Kota Magelang. Nilai koefisien korelasi r = 0,816 menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dengan arah positif. Simpulan: Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah tingkat self diagnose mental disorders, maka tingkat kecemasan cenderung semakin ringan. Kata Kunci : Cemas; Mahasiswa; Self diagnose. Abstract Background: Anxiety is an emotional state characterized by feelings of worry, fear, and discomfort that arise in response to situations or threats perceived as harmful, whether real or imagined. However, when anxiety occurs excessively, persists over a prolonged period, and interferes with daily activities and functioning, it can negatively affect mental health and overall well-being. Previous research indicates that 33.7% of university students experience moderate levels of anxiety. Students need to engage in self-diagnosis as an initial step to recognize their mental health condition, considering the high academic, social, and future-related pressures encountered during university life. Objective: To determine the relationship between mental health self-diagnosis and anxiety levels among university students in Magelang City. Methods: This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all visitors to the “Mini Festival SEJENAK (A Brief Moment to Pause)” held at the Edusmart Auditorium, Soerojo Hospital, on November 12, 2025, and the “KMI Expo 2025” at Universitas Tidar on November 19–20, 2025, totaling 85 participants. Data collection was conducted from October to January 2025. Statistical analysis was performed using the Spearman Rank correlation test. Results: The Spearman Rank analysis yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant relationship between mental health self-diagnosis and anxiety levels among university students in Magelang City. The correlation coefficient (r = 0.816) demonstrated a very strong positive correlation. Conclusion: The findings indicate that lower levels of mental health self-diagnosis are associated with lower levels of anxiety. Keywords: Anxiety; Students; Self-diagnosis.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jkkb

Publisher

Subject

Health Professions Nursing Public Health

Description

Jurnal Keperawatan Karya Bhakti (JKKB) is an open access journal that publishes research results for educators and researchers in nursing studies. JKKB invites researchers to contribute ideas on the main scope of Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Emergency Nursing, ...