Beton geopolimer merupakan material ramah lingkungan yang memanfaatkan fly ash sebagai pengganti semen untuk mengurangi emisi CO₂ dari proses industri semen konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi molaritas NaOH dan penambahan abu bonggol jagung (ABJ) terhadap kuat tekan serta modulus elastisitas beton geopolimer. Variasi ABJ yang digunakan 0%,1%,3% dan 5% menggunakan alkali aktivator NaOH 10 M, 12M, dan 14M dengan Na2SiO3 (rasio 1:3). Pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas dilakukan pada umur 28 hari, dengan perawatanoven suhu 60° C selama 24 jam dan steam suhu 60° C selama 14 hari kemudian perawatan dengan suhu ruang hingga 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi molaritas NaOH dan semakin besar penambahan ABJ, maka semakin baik performa mekanis beton geopolimer yang dihasilkan. Pada perawatan oven, penggunaan NaOH 10 M menghasilkan kuat tekan 25,05-32,72 MPa dengan peningkatan modulus elastisitas dari 23.447,679 menjadi 26.862,552 MPa seiring kenaikan ABJ. NaOH 12 M memberikan hasil tertinggi, yaitu kuat tekan 26,93-34,30 MPa serta modulus elastisitas 24.384,115-27.316,711 MPa. Pada perawatan steam, NaOH 10 M menghasilkan kuat tekan 25,15-30,14 MPa, sedangkan NaOH 14 M menunjukkan peningkatan menjadi 27,08-31,69 MPa dengan modulus elastisitas 24.379- 26.418 MPa. Secara keseluruhan, kombinasi NaOH 12 M dan substitusi ABJ 5% terbukti memberikan performa paling optimal. Temuan ini menegaskan bahwa abu bonggol jagung berpotensi digunakan sebagai bahan tambahan dalam beton geopolimer untuk meningkatkan sifat mekanis sekaligus mendukung pemanfaatan limbah pertanian sebagai material konstruksi berkelanjutan.
Copyrights © 2025