Desa Sengir yang terletak di Kecamatan Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta, dikenal sebagai salah satu desa yang memproduksi gula merah. Lingkungan alam desa yang subur dan banyaknya pohon kelapa mendukung berkembangnya industri gula rumahan. Namun, proses produksi yang masih tergolong tradisional menyebabkan kualitas tidak konsisten terutama pada warna, aroma, maupun rasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi parameter proses produksi, yang mempengaruhi kualitas gula merah untuk mengurangi jumlah produk cacat. Penelitian ini melakukan eksperimen menggunakan metode Taguchi dan dengan objektif smaller is better. Faktor yang mempengaruhi kualitas gula merah adalah warna, aroma dan rasa. Kombinasi yang optimal untuk menghasilkan gula merah adalah dengan suhu perebusan 80℃, pengadukan setiap empat menit dan waktu proses 2,5 jam. Parameter ini diharapkan menjadi acuan guna meningkatkan kualitas secara konsisten dan dapat meningkatkan keuntungan gula merah di desa Sengir.
Copyrights © 2025