Pemanfaatan limbah biomassa sebagai sumber energi alternatif dapat mendukung ketahanan energi nasional dan pengelolaan limbah pertanian. Limbah kulit kopi dan kulit singkong merupakan biomassa yang melimpah tetapi belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan baku briket arang. Penelitian ini bertujuan untuk membuat biobriket dengan campuran kulit kopi dan kulit singkong serta menilai karakteristiknya melalui analisis proksimat dan ultimat. Pembuatan briket dilakukan melalui proses pirolisis pada suhu 500℃ selama 2 jam, arang yang dihasilkan kemudian dihaluskan dan disaring menggunakan ayakan 75 mesh. Komposisi campuran arang kulit kopi dan arang kulit singkong yang digunakan (100:0, 80:20, 60:40, 40:60, 20:80, dan 0:100), dengan menggunakan perekat tapioka pada perbandingan 4:2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pirolisis dan variasi komposisi bahan memberikan dampak signifikan terhadap karakteristik briket yang dihasilkan. Briket yang banyak mengandung arang kulit kopi memiliki kandungan karbon tetap tertiggi (54,964%) serta nilai kalor tertinggi (6415,4057 kal/g), sedangkan briket dengan tambahan kulit singkong meningkatkan kadar zat mudah menguap (30,668%) dan kadar air, tetapi menurunkan nilai kalor (5944,6799 kal/g). Secara keseluruhan, briket yang didominasi oleh arang kulit kopi memberikan nilai kalor dan kestabilan pembakaran yang lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa campuran biomassa kulit kopi dan kulit singkong memiliki potensi untuk menghasilkan biobriket yang efisien dan layak dijadikan sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025