Pendahuluan: Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, baik fisik maupun psikologis, salah satunya adalah kecemasan. Kondisi hospitalisasi pada lansia seringkali memicu peningkatan tingkat kecemasan yang dapat dipengaruhi oleh faktor psikososial, seperti dukungan keluarga dan frekuensi kunjungan keluarga selama perawatan. Dukungan keluarga yang optimal serta kunjungan keluarga yang rutin diyakini mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan menurunkan tingkat kecemasan pada lansiai. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dan frekwensi kunjungan dengan tingkat kecemasan pada lansia di ruang Edelweis RSUD KabTemanggung. Metode: desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh lansia yang menjalani perawatan di Ruang Edelweis, dengan jumlah sampel 50 responden menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga, kuesioner frekuensi kunjungan keluarga, serta instrumen Geriatric Anxiety Scale (GAS). Analisis data dengan uji korelasi spearmen rank. Hasil: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan lansia dengan nilai koefisien korelasi (Spearman’s rho) sebesar −0,112 (p-value) sebesar 0,440 (> 0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi kunjungan keluarga dengan tingkat kecemasan lansia dengan nilai koefisien korelasi (Spearman’s rho) sebesar −0,040 (p-value) sebesar 0,784 (> 0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan frekwensi dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan lansia di ruang Edelweis RSUD Kab. Temanggung. Diharapkan pihak rumah sakit dapat meningkatkan pelayanan keperawatan yang berfokus pada aspek psikologis lansia, melalui peningkatan pengkajian tingkat kecemasan lansia secara rutin, penerapan komunikasi terapeutik, serta penciptaan lingkungan perawatan yang nyaman dan ramah lansia.
Copyrights © 2026