Modernisasi perikanan membawa perubahan signifikan terhadap praktik penangkapan ikan tradisional, termasuk penggunaan gillnet oleh nelayan skala kecil. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengkaji dampak sosial dan kelembagaan yang dialami oleh nelayan gillnet tradisional akibat transformasi teknologi, kebijakan pengelolaan sumber daya perikanan, serta tekanan ekonomi global. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan sistematis literatur ilmiah dari jurnal nasional dan internasional periode 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa modernisasi perikanan berdampak pada marginalisasi sosial, menurunnya pendapatan, serta melemahnya kelembagaan adat dan komunitas pesisir. Namun, sebagian komunitas nelayan menunjukkan kapasitas adaptif melalui inovasi kelembagaan, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan nilai-nilai kearifan lokal. Studi ini menegaskan bahwa modernisasi perikanan tidak dapat dipisahkan dari aspek sosial dan kelembagaan yang melekat dalam kehidupan masyarakat pesisir. Oleh karena itu, kebijakan perikanan yang berkeadilan perlu berbasis hak (rights-based approach) dan bersifat partisipatif agar mampu memperkuat peran kelembagaan lokal, menjaga identitas budaya, serta mewujudkan keberlanjutan sosial ekonomi nelayan gillnet tradisional di era modernisasi. Kata kunci : Gillnet Tradisional, Modernisasi Perikanan, Dampak Sosial, Kelembagaan Lokal, Nelayan Skala Kecil
Copyrights © 2026