Bank memiliki peran penting dalam perekonomian dengan menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya sebagai kredit untuk meningkatkan taraf hidup. Namun, risiko kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) menjadi tantangan besar karena dapat menurunkan likuiditas, profitabilitas, dan kepercayaan masyarakat terhadap bank. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat NPL di PT. BPR Suryajaya Kubutambahan serta memberikan rekomendasi strategi pengurangan risiko. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan. Hasil menunjukkan NPL Gross: 2020 (8,17%), 2021 (4,92%), 2022 (2,26%), 2023 (2,76%), 2024 (9,66%). NPL Net: 2020 (6,89%), 2021 (4,64%), 2022 (2,26%), 2023 (2,02%), 2024 (3,58%). Rata-rata NPL Gross lima tahun sebesar 5,55% (cukup sehat) dan NPL Net 3,88% (sehat). Temuan ini mengindikasikan fluktuasi kesehatan kredit yang memerlukan penguatan manajemen risiko agar stabilitas keuangan dan kepercayaan publik tetap terjaga.
Copyrights © 2025