Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan perusahaan sektor makanan dan minuman yang melakukan Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2021 di Bursa Efek Indonesia. Kinerja keuangan diukur menggunakan delapan rasio, meliputi rasio likuiditas (Current Ratio, Quick Ratio), solvabilitas (Debt to Equity Ratio, Debt to Asset Ratio), aktivitas (Total Asset Turnover, Working Capital Turnover), dan profitabilitas (Return on Assets, Net Profit Margin). Pendekatan kuantitatif digunakan dengan analisis statistik deskriptif dan uji beda Paired Sample t-Test terhadap data keuangan sebelum dan sesudah IPO.Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPO berdampak signifikan terhadap rasio solvabilitas dan aktivitas, namun tidak terhadap rasio likuiditas dan profitabilitas. Hal ini mengindikasikan bahwa IPO dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengubah struktur modal, namun belum secara langsung meningkatkan laba perusahaan.Temuan ini memberikan kontribusi empiris dalam mengkaji dampak IPO terhadap kinerja keuangan, serta dapat dijadikan referensi bagi investor, analis, dan manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan strategis terkait pendanaan dan ekspansi bisnis.
Copyrights © 2025