Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan bagaimana inflasi, pertumbuhan ekonomi, nilai tukar rupiah, dan BI-Rate mempengaruhi utang luar negeri. Data yang digunakan berasal dari Bank Indonesia (sebagai bank sentral) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia dari tahun 2010–2024. Data dianalisis menggunakan Error Correction Model (ECM) dengan pendekatan Ordinary Least Square. Program Eviews 13 digunakan untuk melakukan ini. Hasil menunjukkan bahwa utang luar negeri Indonesia secara jangka panjang dipengaruhi oleh tingkat inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan BI rate. Pertumbuhan ekonomi tidak mempengaruhi utang luar negeri Indonesia secara jangka panjang maupun jangka pendek, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mempengaruhi utang luar negeri Indonesia secara jangka panjang maupun jangka pendek. Tidak ada mekanisme yang mengoreksi penyimpangan menuju keseimbangan karena probabilitas ECT(-1) tidak signifikan karena lebih besar dari 5%.
Copyrights © 2026