Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat penggunaan e-money pada pelaku UMKM di Kota Kupang melalui Technology Acceptance Model (TAM) dan Theory of Planned Behavior (TPB), dengan perceived risk diuji sebagai variabel yang memberikan pengaruh langsung sekaligus sebagai variabel moderasi. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel judgment sampling, melibatkan 392 pelaku UMKM sebagai responden. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan e-money, sedangkan sikap tidak berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan. Selain itu, perceived risk terbukti berpengaruh negatif dan signifikan sebagai pengaruh langsung terhadap minat penggunaan e-money, namun tidak berperan sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, maupun sikap terhadap minat penggunaan. Temuan ini menegaskan bahwa faktor fungsional, dukungan sosial, dan kemampuan teknis lebih dominan dalam membentuk minat penggunaan e-money oleh pelaku UMKM dibandingkan persepsi risiko.
Copyrights © 2026