Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Brand Experience, Brand Image, dan Brand Trust memengaruhi loyalitas konsumen pengguna smartphone Samsung. Penelitian ini menargetkan individu berusia 17–50 tahun yang telah membeli dan saat ini menggunakan perangkat Samsung. Dengan menggunakan purposive sampling, sebanyak 150 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan skala Likert lima poin. Brand Experience, yang mencerminkan interaksi konsumen secara sensorik, emosional, perilaku, dan kognitif, diukur melalui daya tarik visual, persepsi kualitas, kepuasan emosional, keterlibatan, dan rasa ingin tahu. Brand Image, yang merepresentasikan persepsi konsumen terhadap kekuatan, favorabilitas, dan keunikan merek, dievaluasi melalui kualitas produk, relevansi teknologi, prestise, pengenalan logo, dan variasi produk. Brand Trust, yang menggambarkan sejauh mana konsumen percaya pada keandalan dan kejujuran merek, dioperasionalisasikan menggunakan konsistensi produk, keandalan, akuntabilitas, tingkat kepercayaan relatif, dan kualitas layanan. Brand Loyalty, yang menunjukkan komitmen konsumen untuk melakukan pembelian ulang, diukur melalui aspek perilaku dan sikap, termasuk niat pembelian ulang, preferensi utama terhadap merek, kelanjutan penggunaan, rekomendasi, dan berbagi pengalaman positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brand Loyalty dipengaruhi secara kuat oleh Brand Experience dan Brand Trust, sementara Brand Image tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan keterlibatan pengalaman dan hubungan berbasis kepercayaan memegang peran penting dalam memperkuat loyalitas konsumen terhadap smartphone Samsung.
Copyrights © 2025