Rendahnya konsumsi protein hewani di Indonesia, khususnya hasil perikanan, yang berkontribusi pada masalah gizi seperti stunting, menjadi latar belakang pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini. Produk bakso ikan payus dan wakame cepat saji merupakan upaya diversifikasi pangan untuk meningkatkan asupan protein ikan. Permasalahan utamanya adalah perlunya penyuluhan untuk memperbaiki kualitas produk dan mengubah kemasan serta label agar sesuai peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan fungsinya sebagai makanan cepat saji. Tujuan kegiatan ini adalah mendampingi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memperbaiki kualitas, kemasan, dan memperbarui label kemasan dengan mencantumkan Informasi Nilai Gizi (ING). Manfaat yang diharapkan adalah membantu UMKM dalam perbaikan kemasan dan label untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya konsumsi makanan bergizi. Metode yang digunakan adalah transfer pengetahuan dan pendampingan pembaruan kemasan. Kegiatan ini berlangsung selama bulan Januari – April 2025. Dari hasil survey, sebanyak 96,7% konsumen memilih desain kemasan yang baru karena informasinya yang lebih lengkap. Setelah pergantian kemasan, penjualan Bakso Ikan Payus Wakame juga meningkat sebanyak 33%.
Copyrights © 2026