Integrasi agama dan ilmu pengetahuan merupakan isu penting dalam pengembangan paradigma keilmuan yang holistik, namun sering dipahami secara dikotomis sehingga memicu fragmentasi epistemologis dan melemahkan orientasi makna ilmiah. Penelitian ini bertujuan merumuskan model integrasi berbasis teologi kebudayaan Paul Tillich dengan menempatkan agama sebagai dimensi kedalaman yang menjiwai aktivitas kebudayaan. Menggunakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-filosofis, penelitian ini menelaah konsep ultimate concern serta relasi agama dan kebudayaan untuk mengungkap landasan ontologis hubungan agama dan ilmu. Hasilnya menunjukkan bahwa agama merupakan sumber makna bagi ekspresi kultural, sehingga integrasi dipahami sebagai relasi mendasar antara sumber makna dan rasionalitas manusia.
Copyrights © 2025