Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas tanaman hortikultura yang banyak dibudidayaan secara komersial dan memiliki nilai ekonomis yang menguntungkan. Tetapi pada budidayanya penggunaan umbi sebagai bahan tanam secara terus menerus dapat menyebabkan penurunan produktivitas. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan sistem TSS (True Shallot Seed), hanya saja sistem TSS masih memiliki kendala dalam proses penyemaiannya. Untuk mengatasinya dilakukan dengan perendaman benih sebelum tanam menggunakan Gibberellic Acid (GA3). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi serta waktu perendaman GA3 yang tepat untuk mendukung perkecambahan dan pertumbuhan tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Juni 2023 di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Malang, Jawa Timur. Penelitian dilakukan secara faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi GA3 yang terdiri dari (G1) 50 ppm; (G2) 100 ppm; (G3) 150 ppm; dan (G4) 200 ppm. Faktor kedua adalah lama waktu perendaman yang terdiri dari (T1) 6 jam; (T2) 9 jam; (T3) 12 jam. Dari perlakuan tersebut diperoleh 12 kombinasi perlakuan dan 1 perlakuan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan taraf konsentrasi GA3 200 ppm dengan waktu perendaman selama 6 jam, perlakuan taraf konsentrasi GA3 150 ppm dengan waktu perendaman selama 9 jam, serta perlakuan taraf konsentrasi GA3 100 ppm dengan waktu perendaman selama 12 jam menunjukkan hasil yang terbaik pada parameter persentase daya berkecambah, kecepatan tumbuh, panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, berat kering tanaman, berat segar umbi dan diameter umbi, serta laju asimilasi bersih tanaman bawang merah.
Copyrights © 2026