Strategi komunikasi berbasis bermain yang mengintegrasikan pendekatan STEAM memainkan peran krusial dalam membangun pembelajaran reflektif bagi pendidik di tingkat pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak. Kombinasi unsur sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika mendorong proses pembelajaran yang aktif, inovatif, dan menyenangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi fenomenologis. Pendidik bertindak sebagai fasilitator yang mendukung anak-anak untuk menjelajahi, berpikir kritis, dan berkolaborasi melalui pengalaman bermain yang terstruktur. Komunikasi yang positif dan empati dari pendidik meningkatkan partisipasi anak-anak dalam berbagai aktivitas. Melalui refleksi terhadap praktik pengajaran, pendidik dapat memahami kebutuhan anak-anak dengan lebih baik dan menyempurnakan metode pengajaran mereka. Dengan menerapkan komunikasi bermain dan pendekatan STEAM, anak-anak menunjukkan kemajuan dalam kreativitas, kemandirian, dan tingkat keingintahuan yang tinggi selama proses pembelajaran di pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak.
Copyrights © 2026