Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Generasi Z membangun citra diri melalui penggunaan Instagram sebagai media sosial visual yang populer. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya intensitas penggunaan Instagram oleh Generasi Z untuk menampilkan identitas diri dan memperoleh pengakuan sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teori Self-Presentation, Self-Image, dan Social Identity Theory sebagai kerangka analisis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap lima informan di kawasan Babarsari, Sleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z cenderung menampilkan versi diri yang telah dikurasi secara visual dan naratif agar sesuai dengan ekspektasi sosial di media digital. Namun, proses pembentukan citra diri ini juga menimbulkan tekanan psikologis untuk selalu tampil ideal. Penelitian ini penting untuk memahami dinamika komunikasi digital Generasi Z serta memberikan kontribusi pada pengembangan literasi media agar generasi muda dapat menggunakan media sosial secara bijak dan autentik.
Copyrights © 2026