Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji hambatan dalam komunikasiinterpersonal antara guru dan peserta didik tunarungu di SDLB-B Budi Daya JakartaTimur. Komunikasi interpersonal dipahami sebagai proses internal yang melibatkanpemikiran dan penafsiran terhadap simbol, yang memiliki pengaruh besar terhadapkelancaran komunikasi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan guru-guru yang menangani siswa tunarungu. Temuan menunjukkan bahwa hambatan komunikasi interpersonal timbul karena beberapa aspek, di antaranya penggunaan bahasa isyarat yang tidak sesuai dengan standar Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI), perbedaan karakteristik siswa, perbedaan tingkat konsentrasi, serta keterbatasan siswa dalam memahami simbol-simbol komunikasi. Kendati sekolah telah menerapkan pendekatan komunikasi total, kesulitan tetap muncul apabila siswa belum mampu mengolah makna pesan dalam dirinya sendiri. Dalam konteks teori interaksi simbolik George Herbert Mead, khususnya konsep mind atau kemampuan berpikir, hambatan tersebut menunjukkan belum optimalnya proses pemaknaan simbol secara sadar. Oleh karena itu, peran guru dalam memberikan stimulus sangat diperlukan untuk mengaktifkan kembali proses berpikir siswa agar komunikasi dan pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.
Copyrights © 2026