Penelitian ini mengkaji bagaimana interaksi simbolik membentuk pola komunikasi antara orang tua dan anak dalam keluarga etnis Tionghoa di Kecamatan Sukarami. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam informan dari tiga keluarga. Temuan menunjukkan bahwa pola komunikasi terbentuk melalui penggunaan simbol-simbol budaya, sapaan kekerabatan, interaksi rutin, serta tradisi keluarga yang mencerminkan nilai-nilai inti etnis Tionghoa seperti hormat, disiplin, dan tanggung jawab. Simbol-simbol ini terjadi secara berbeda oleh setiap generasi, sehingga terlihat adanya proses negosiasi makna dalam keluarga. Meskipun terdapat pengaruh modernisasi dan penggunaan bahasa lokal, keluarga-keluarga tersebut tetap mempertahankan nilai budaya utama melalui komunikasi sehari-hari. Penelitian ini menegaskan peran interaksi simbolik sebagai mekanisme dalam mentransmisikan dan mempertahankan identitas budaya pada keluarga Tionghoa sepanjang generasi.
Copyrights © 2026