Perkembangan teknologi informasi telah menjangkau wilayah pedesaan, termasuk kalangan keluarga petani. Di tengah kondisi ekonomi yang terbatas, penting untuk memahami bagaimana keluarga petani memutuskan membeli kuota internet dan dampaknya terhadap kehidupan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alokasi pengeluaran keluarga petani Desa Pilangkenceng untuk kuota internet serta dampaknya terhadap kesejahteraan sosial dan ekonomi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap 22 informan, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelian kuota internet telah menjadi kebutuhan rutin keluarga petani. Faktor yang memengaruhi antara lain kebutuhan pendidikan anak, informasi pertanian, efisiensi komunikasi, dan pengaruh lingkungan. Internet membantu pembelajaran anak, memperkuat komunikasi dalam kelompok tani, dan membuka peluang akses pasar hasil tani secara daring, meskipun belum semua keluarga merasakannya secara langsung.
Copyrights © 2025