Reformasi birokrasi di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan tata kelola, profesionalisme aparatur, dan kualitas pelayanan publik. Namun, dalam berbagai penelitian menunjukan bahwa implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya budaya kinerja, lemahnya penerapan meritokrasi, dan minimnya inovasi di lingkungan ASN. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui analisis literatur terhadap beberapa artikel ilmiah terbitan 2020–2025 disertai sumber pendukung berupa website terkait untuk menilai efektivitas reformasi birokrasi dari perspektif teori administrasi negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformasi lebih banyak berfokus pada perubahan struktural dibanding transformasi perilaku, sehingga peningkatan kinerja ASN belum optimal. Tiga temuan utama, meliputi belum terinternalisasinya budaya kinerja, tidak konsistennya sistem merit, serta belum menguatnya orientasi inovasi pelayanan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan reformasi birokrasi bergantung pada pembangunan budaya kerja yang profesional, objektif, dan inovatif. Temuan ini memberikan dasar bagi perlunya reformasi yang berorientasi pada perubahan perilaku aparatur dan dapat menjadi rujukan untuk penelitian lanjutan terkait implementasi reformasi di berbagai instansi pemerintah.
Copyrights © 2026