Krisis energi global dan dampak lingkungan dari bahan bakar fosil mendorong pengembangan biodiesel yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini memanfaatkan minyak kelapa bekas sebagai bahan baku biodiesel dengan tempurung kelapa yang diolah menjadi arang aktif. Fokus penelitian adalah untuk mengevaluasi kualitas biodiesel berdasarkan variasi kecepatan pengadukan (200, 300, 400, 500, dan 600 rpm) dalam proses transesterifikasi. Sebelum adsorpsi, kadar asam lemak bebas minyak jelantah tercatat 1,8% dan berhasil diturunkan menjadi 0,07%, memenuhi standar SNI 8904:2020. Biodiesel yang dihasilkan memiliki angka asam 0,5% pada kecepatan pengadukan 200 rpm, sesuai batas maksimum SNI 7182:2015. Hasil uji viskositas berkisar antara 3 hingga 3,3 cSt, dan densitas berada di rentang 884 hingga 887 kg/m³. Semuanya memenuhi standar. Kondisi terbaik didapatkan pada variasi kecepatan pengadukan 400 rpm, dengan yield biodiesel tertinggi mencapai 87,098%
Copyrights © 2025