Dalam perkembangan teknologi dan informasi saat ini tatanan pemerintahan telah mengalami perubahan untuk efektivitas dalam menjalankan tugas dan funsi, namun perubahan tersebut, masyrakat perlu beradaptasi dengan digitalisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh komunikasi pelayanan pajak terhadap efektivitas sistem pembayaran non-tunai dan proses komunikasi layanan pajak di Kantor Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Penelitian menggunakan teori Sibernatik (sistem pengendalian) dan Technology Acceptance Model (TAM) untuk memahami adopsi teknologi Dengan pendekatan kuantitatif berbasis filsafat positivisme. Data dikumpulkan melalui kuesioner Google Form yang diisi oleh 56 responden. Teknik analisis data meliputi uji regresi linier sederhana dan analisis deskriptif untuk mengukur persepsi responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pelayanan pajak berpengaruh signifikan terhadap sistem pembayaran non-tunai dengan kontribusi sebesar 58,7% .Proses komunikasi layanan di kantor BKD dinilai sangat baik (skor rata-rata 4,2 dari 5), terutama dalam aspek kejelasan informasi dan responsivitas petugas. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya optimalisasi komunikasi berbasis teknologi untuk meningkatkan adopsi sistem non-tunai, serta penguatan infrastruktur digital guna mendukung transparansi pelayanan publik.
Copyrights © 2026