Komunikasi dan budaya memiliki hubungan yang sangat erat serta berperan penting dalam kelangsungan hidup manusia. Individu berkomunikasi sesuai dengan budaya yang dimilikinya, sehingga kapan, kepada siapa, dan seberapa banyak informasi yang dikomunikasikan sangat dipengaruhi oleh budaya masyarakat yang berinteraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk komunikasi budaya masyarakat Desa Kaluppini dalam melestarikan Tari Pa’jaga, menggali simbol dan makna yang terkandung dalam tarian tersebut, serta memahami peran berbagai pihak yang terlibat dalam proses pelestarian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan meliputi interaksionisme simbolik, konstruksi realitas sosial, teori simbol, teori makna, dan fungsionalisme struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi budaya memainkan peran sentral dalam pelestarian Tari Pa’jaga. Tokoh adat seperti Tomakaka, Ada’, Khali, dan Imam menjadi pusat pelestarian budaya dan pengambilan keputusan. Tari Pa’jaga mengandung simbol spiritual seperti gerakan melingkar, sesajen, syair doa dalam sembilan bahasa, dan kostum sederhana yang mencerminkan kesucian. Pelestarian dilakukan secara kolektif dan komunikatif melalui cerita, pelatihan, dan pewarisan nilai kepada generasi muda. Hal ini membuktikan bahwa komunikasi budaya menjadi fondasi utama dalam menjaga eksistensi Tari Pa’jaga di tengah arus modernisasi.
Copyrights © 2026