Prokrastinasi akademik merupakan fenomena umum di kalangan mahasiswa, terutama pada jenjang akhir perkuliahan yang menghadapi tekanan akademik tinggi, seperti yang dialami mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Megarezky Makassar. Kebiasaan menunda tugas ini dapat berdampak pada keterlambatan penyelesaian studi, rendahnya motivasi belajar, serta meningkatnya stres. Salah satu pendekatan yang potensial dalam menanggulangi prokrastinasi akademik melalui penguatan peran komunikasi interpersonal, yang mencakup keterbukaan diri, empati, kemampuan mendengarkan aktif, menerima dan menerima umpan balik, dan kepercayaan diri dalam menyampaikan pendapat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sejauh mana komunikasi interpersonal dapat membantu mahasiswa dalam mengatasi kecenderungan menunda tugas akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tujuh informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal berperan penting dalam mengurangi kecenderungan prokrastinasi akademik. Mahasiswa yang mampu membangun relasi interpersonal yang baik lebih mudah mengungkapkan kesulitan, mendapatkan dukungan emosional, serta meningkatkan motivasi dan efektivitas belajar. Namun, ditemukan pula beberapa tantangan seperti kecemasan terhadap penilaian sosial, kurangnya kepercayaan diri, dan minimnya dukungan lingkungan sekitar. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi interpersonal dapat menjadi strategi adaptif yang relevan untuk mendorong keberhasilan akademik mahasiswa, khususnya dalam proses penyelesaian tugas akhir.
Copyrights © 2026