Kota Pekalongan merupakan salah satu sentra batik pesisir terbesar di Indonesia yang memiliki kekayaan nilai budaya dan visual. Namun, perkembangan tren modern menyebabkan menurunnya minat generasi muda terhadap batik tradisional yang dianggap kurang relevan. Penelitian ini bertujuan merancang motif batik digital kontemporer yang mengintegrasikan nilai budaya pesisir Pekalongan melalui penciptaan motif “Sagara Urip”. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi literatur, observasi lapangan, penyebaran angket kepada generasi muda, serta wawancara dengan pengrajin dan kurator batik. Proses perancangan dilakukan secara digital menggunakan aplikasi Ibis Paint X melalui tahapan sketsa, digitalisasi, pewarnaan, penyusunan pola repetisi, dan evaluasi visual. Motif “Sagara Urip” menggabungkan elemen laut, ombak, matahari, dan palet warna khas batik pesisir sebagai simbol kehidupan masyarakat pantai yang harmonis dengan alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif yang dihasilkan mampu memadukan nilai tradisional dan visual modern secara seimbang. Berdasarkan angket terhadap 204 responden, mayoritas generasi muda menilai motif ini menarik, relevan, dan mudah dipahami. Digitalisasi motif batik dinilai efektif sebagai strategi pelestarian budaya sekaligus adaptasi batik terhadap perkembangan zaman.
Copyrights © 2026