Perubahan iklim saat ini telah menjadi ancaman nyata yang membahayakan kehidupan jutaan orang di seluruh dunia. Dampak paling parah terlihat pada gangguan kesehatan pernapasan, khususnya di Negara tropis seperti Indonesia yang kerap mengalami suhu ekstrem, banjir, dan polusi udara tinggi. Tinjauan ini bertujuan untuk mengkaji bukti-bukti terkini mengenai strategi pencegahan dampak tersebut melalui analisis literatur yang mendalam. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis berpedoman pada PRISMA, dengan pencarian artikel pada database PubMed, Scopus dan ScienceDirect tahun 2020 hingga 2024. Kata kunci yang dipakai meliputi “perubahan iklim”, “kesehatan pernapasan”, dan “pencegahan”, yang kemudian disesuaikan dengan konteks Indonesia. Dari total 857 artikel yang tersaring, sebanyak 18 studi dipilih untuk dilakukan sintesis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan seperti partikulat halus PM2.5 dan gelombang panas meningkatkan risiko gangguan pernapasan hingga 30%. Intervensi pencegahan berupa pemantauan dini dan edukasi masyarakat terbukti mampu menurunkan angka kejadian hingga 20-25%. Di Indonesia sendiri, data BPS tahun 2025 mencatat peningkatan kasus ISPA sebesar 15% yang berkaitan erat dengan perubahan iklim. Kesimpulan pendekatan pencegahan yang inovatif dan terintegrasi dalam kerangka One Health sangat penting untuk mengurangi beban kesehatan masyarakat Indonesia. Rekomendasi yang diajukan meliputi pengembangan platform prediksi berbasis kecerdasan buatan serta perluasan program edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Copyrights © 2026