Paparan debu kayu di lingkungan kerja berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan pada pekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan fakor-faktor penyebab gangguan pernapasan dan kadar debu terhadap gangguan pernapasan pada karyawan bagian pengamplasan di CV. Kayu Alam Makmur Ponorogo. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan populasi seluruh pekerja bagian pengamplasan sebanyak 45 responden, sehingga teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Kadar debu diukur menggunakan air dust sampler, sedangkan keluhan pernapasan dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil menunjukkan kadar debu sebesar 2,60 mg/m³ yang artinya melebihi NAB 1 mg/m³, serta 77,8% pekerja mengalami gangguan pernapasan. Uji Chi Square menunjukkan bahwa usia (nilai p = 0,146), pekerjaan lain (nilai p = 0,589), dan masa kerja (nilai p = 0,899) tidak ada hubungan terhadap gangguan pernapasan. Sedangkan, faktor jenis kelamin (nilai p = 0,000), kebiasaan merokok (nilai p = 0,000), dan riwayat penyakit pernapasan (nilai p =0,000) ada hubungan signifikan terhadap kejadian gangguan pernapasan. Temuan ini menegaskan bahwa tingginya paparan debu kayu ditambah faktor risiko individu meningkatkan kemungkinan gangguan pernapasan pada pekerja. Upaya pengendalian debu dan penggunaan alat pelindung diri sangat diperlukan untuk menurunkan risiko kesehatan.
Copyrights © 2026