Akselerasi digital di sektor pendidikan tinggi menuntut ketersediaan infrastruktur IT yang fleksibel, skalabel, dan efisien secara biaya. Infrastruktur tradisional berbasis on-premise seringkali menghadapi tantangan dalam hal tingginya biaya investasi (CapEx), keterbatasan kapasitas operasional, dan risiko downtime saat beban puncak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif transformasi infrastruktur IT melalui migrasi ke cloud computing di lingkungan perguruan tinggi. Menggunakan metode studi literatur sistematis, penelitian ini mengevaluasi model layanan cloud (SaaS, PaaS, IaaS) dan dampaknya terhadap operasional akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa migrasi ke cloud memberikan efisiensi biaya operasional yang signifikan, peningkatan aksesibilitas layanan, serta keandalan sistem melalui mekanisme auto-scaling. Namun, tantangan terkait kedaulatan data dan kesiapan SDM tetap menjadi faktor krusial. Penelitian ini merekomendasikan adopsi model hybrid cloud sebagai strategi transisi yang optimal guna menyeimbangkan fleksibilitas teknologi dengan kepatuhan regulasi data.
Copyrights © 2026